Tayangan halaman minggu lalu
Posted by : Unknown
Jumat, 29 April 2016
Posted by
cerita rakyat on 02.49.
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat.
Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.
Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan
tetangganya.
Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif.
Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.
Tetapi Pygmalion berkata, ‘Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.’
Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga,
kawan-kawan Pygmalion berbisik, ‘Kikir betul orang itu.’ Tetapi Pygmalion
berkata, ‘Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang
lebih perlu’.
Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak
mengumpat. Ia malah merasa iba, ‘Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat
pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.’
Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan
dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk
tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik
perbuatan buruk orang lain.
Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari
kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah
rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum
manis
menawan, tubuhnya elok menarik.
menawan, tubuhnya elok menarik.
Kawan-kawan Pygmalion berkata, ‘Ah,sebagus- bagusnya patung,
itu cuma patung, bukan isterimu.’
Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia
betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.
Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan
menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah
kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah,
Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita
tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak
pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan
atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang
nelayan yang bernama Urashima Taro. Taro adalah seorang pemuda yang baik hati.
Ia hidup bersama dengan ibunya yang tua.
Pada suatu hari, ia bertemu dengan
anak-anak nakal yang ribut-ribut di pantai. Ia melihat mereka menyodok-nyodok
seekor anak penyu. Taro merasa kasihan pada anak penyu itu, lalu mendekati
gerombolan anak-anak itu.
“Jangan menyiksa makhluk hidup.”
Anak-anak itu langsung berlarian ke sana-sini. Taro menaruh anak
penyu itu ke telapak tangannya perlahan-lahan, lalu melepaskannya ke laut.
Beberapa tahun telah berlalu. Ketika Taro sedang santai memancing,
ada yang menarik tali kailnya.
“Eh? Oh, kamu!”
Ternyata yang menarik kailnya adalah seekor penyu yang besar—penyu
yang ditolong Taro beberapa tahun yang lalu.
Penyu itu berkata kepada Taro, “Tuan Taro, terima kasih banyak
atas kebaikan Anda waktu itu. Sebagai rasa terima kasih, saya akan membawa Anda
ke istana indah di dasar laut. Istana itu disebut Istana Ryugu, yaitu Istana
Raja Naga. Tempatnya sangati ndah, dikelilingi bunga-bunga laut. Ayo, mari kita
pergi.”
Penyu menaikkan Urashima Taro ke punggungnya, laluberenang ke
dalam laut.
Ternyata tempat di dalam laut itu adalah dunia yang sangatindah,
seperti yang selalu Taro bayangkan dalam mimpinyaTaman-taman batu karang ada di
mana-mana tampak berkilau-kilauan. Sambil hanyut dengan lembut di atas punggung
penyu, Taro merasa terkagum-kagum dengan pemandangan di sekelilingnya, seolah
ia sedang bermimpi.
Tampak sebuah tangga mutiara yang bersinar-sinar dari celah
gunung-gunung batu karang. Seorang putri yang cantik turun dari tangga itu. Ia
adalah putri Ryugu, Putri Oto. Alangkah cantik putri itu! Kecantikan yang tak
ada kiranya di dunia ini.
Taro terhenyak.
Putri Oto berkata dengan suara indah dan merdu kepada Taro yang
tercengang-cengang.
“Selamat datang Tuan Urashima Taro. Silakan beristirahat dengan
santai.”
Putri Oto membuka kipas dengan cepat, lalu muncullah kumpulan ikan
yang berwarna-warni. Mereka menari sambil mengelilingi Taro.
Mulailah hari-hari yang menyenangkan di Istana Ryugu. Tarian
ikan-ikan yang indah, makanan yang sangat lezat, dan percakapan dengan Putri
Oto yang begitu menyenangkan. Bagi Taro, hari-hari itu seolah mimpi saja.
Namun, Taro mulai merasa cemas akan ibunya yang ditinggal di
desanya.
“Tuan Taro, Anda ingin pulang ke rumah ya. Walaupun saya berharap
Anda selalu ada di sini, apa boleh buat.”
Putri Oto melihat Taro yang kurang bersemangat, lalu berkata,
“Kalau begitu, bawalah kotak perhiasan ini. Kalau Anda mengalami
kesulitan setelah pulang ke desa nanti, bukalah kotak perhiasan ini.”
Taro naik punggung penyu lagi lalu pulang ke desa tempat ibunya
telah menunggu. Hati Taro sudah penuh dengan perasaan rindu akan desanya
setelah beberapa hari tak pulang. Setelah tiba di pantai, penyu segera menyelam
ke laut.
“Ibu, aku sudah pulang!”
Tetapi, tidak ada yang menjawab. Bukan hanya rumahnya yang ia
rindukan, tapi juga sosok ibunya yang tidak tampak. Keadaan di sekitar rumah
sudah berubah. Orang-orang yang dikenalnya, rumah-rumah yang diketahuinya,
semuanya yang ia ingat tidak ada. Ke mana perginya semangatnya yang tadi? Taro
benar-benar kehilangan akal.
“Oh, ya! Kan ada kotak perhiasan! Kalau ini dibuka, mungkin aku
jadi tahu sesuatu.”
Taro membuka kotak perhiasan itu pelan-pelan. Dan… ajaib!
Muncullah asap putih dari dalam kotak itu. Taro yang tadinya pemuda berubah
menjadi kakek yang berjanggut putih dalam sekejap mata.
Ternyata selama Taro melewatkan beberapa hari yang sangat
menyenangkan di Istana Ryugu, puluhan tahun telah berlalu di atas bumi. Taro
hanya bisa berdiri termenung-menung.
Sabtu,
05 Maret 2011
Dalam mitologi Jepang, 2
dewa-dewi Izanagi dan Izanami merupakan pencipta Jepang dan dewa-dewi lainnya.
Jadi, merekalah asal usul dari segala sesuatu yang ada di Jepang. Di sebuah
mitologi penting di Jepang, diceritakan mereka turun ke Yomitsu Kuni,
dunia bawah atau disebut juga dunia kegelapan. Cerita tentang Izanagi dan
Izanami diceritakan dalam 2 karya: Kojiki (catatan kuno)
dan Nihongi (sejarah Jepang).
Menurut legenda, setelah
kemunculan mereka, Izanagi dan Izanami berdiri di jembatan yang melayang ke
surga dan meributkan laut dengan tombak berhiaskan berlian. Ketika mereka
mengangkat tombaknya, butiran-butiran air kembali menjadi air dan membentuk
tanah pertama, pulau yang disebut Onogoro. Izanagi dan Izanami turun ke pulau
tersebut dan menjadi suami-istri. Anak pertama mereka cacat, dan dewa-dewi lain
berkata kalau itu terjadi karena Izanami berbicara dahulu sebelum suaminya saat
acara pernikahannya (semacam tradisi Jepang).
Pasangan tersebut kemudian
menikah kembali. Izanami melahirkan 8 anak, yang kemudian menjadi pulau-pulau
di Jepang. Izanagi dan Izanami juga menciptakan banyak dewa dewi yang
melambangkan gunung, lembah, air terjun, sungai, angin, dan kenampakan alam
lainnya. Tetapi saat kelahiran Kagutsuchi, sang dewa api, Izanami terbakar.
Ketika Izanami meninggal,
Izanami pergi ke Yomitsu Kuni. Izanagi memutuskan untuk turun ke Yomitsu Kuni
dan menyelamatkan belahan jiwanya dari dunia kematian tersebut. Ketika
mendekati gerbang Yomi, Izanami menyambut Izanagi dari bayang-bayang. Izanami
memperingatkan agar Izanagi tidak melihat dirinya dan berkata bahwa ia akan
merencanakan pelariannya dari Yomi (dewa Yomitsu Kuni). Karena sangat
merindukan istrinya, Izanagi menyalakan obor untuk mencari Yomi, tetapi ia
sangat kaget ketika melihat bahwa Izanami sudah menjadi mayat busuk. Tak tahan
melihatnya, Izanagi kabur.
Izanami marah, lalu ia
mengirim setan-setan wanita, 8 dewa petir, dan sepasukan tentara menakutkan
untuk mengejar Izanagi. Izanagi berusaha keluar dan memblokir jalan antara Yomi
dan tanah kehidupan dengan batu besar. Izanagi dan Izanami bertemu di sana dan
mereka bercerai.
Izanagi merasa dirinya
tidak suci setelah berkontak dengan dunia kematian. Karena itu, dia mandi utnuk
menyucikan dirinya kembali. Sejumlah dewa-dewi, baik jahat maupun baik, muncul
dari pakaian yang dibuang oleh Izanagi. Dewi matahari Amaterasu muncul dari
mata kirinya, dewa bulan Tsukiyomi dari mata kanannya, dan Susano-o dari
hidungnya. Lalu, Izanagi membagikan kerajaannya kepada 3 anak kebanggaannya.