Tayangan halaman minggu lalu
Posted by : Unknown
Jumat, 29 April 2016
Kisah
Nabi Sulaiman
Nabi Sulaiman adalah putra Nabi Daud.
Sejak usia muda sudah Nampak kecerdasan dan kebijaksanaannya di bidang hokum.
Jika seseorang tidak puas mendapat pengadilan dari Nabi Daud maka mereka akan
puas jika pengadilan itu dipimpin Nabi Sulaiman.
Sesudah
Nabi Daud meninggal dunia, Nabi Sulaiman diangkat sebagai penggantinya. Beberapa keistimewaan Nabi Sulaiman ialah
bisa berbicara dengan binatang, menguasai jin dan setan. Sedangkan angin
menjadi kendaraannya yang melaju cepat. Perjalanannya dari pagi hingga sore
hari sama dengan perjalanan satu bulan bagi orang biasa.
Nabi
Sulaiman Mengadakan Apel Besar
Pada suatu hari
Nabi Sulaiman mengadakan apel besar bagi seluruh bala tentaranya. Baik dari
golongan jin, setan, binatang, dan manusia diperintahkan sama berkumpul
menghadap Nabi Sulaiman.
Semua sudah hadir kecuali seekor burung bernama Hud-Hud.
“Mengapa burung Hud-Hud terlambat datang ?” , kata Nabi
Sulaiman.
“Hamba tidak tahu, Nabi Sulaiman.”, jawab seekor ular.
“Sungguh, jika tidak bisa memberi alasan atas
keterlambatannya ini, sebagai hukuman untuknya saya akan menyembelihnya.”
Tak berapa lama kemudian burung itu, datang dan bersujud
di hadapan Nabi Sulaiman. Hampir saja burung itu terkena hukuman kalu tidak
segera mengajukan alasan kenapa ia terlambat datang.
“Ampunilah keterlambatan hamba ini Tuanku.” , kata burung
Hud-Hud.
“Ya, mengapa kamu terlambat wahai burung Hud-Hud ?”
“Hamba memang terlambat, tetapi hamba membawa kabar yang
amat penting. Di negeri Saba hiduplah seorang Ratu bernama Bulqis. Ia mempunyai
singgasana yang agung. Kerajaannya luas dan rakyat hidup dengan makmur. Namun
sayang mereka tidak menyembah kepada Allah. Mereka disesatkan setan sehingga
mereka menyembah matahari.”
“Ya, aku percaya dengan berita yang kau bawa itu.” , kata
Nabi Sulaiman.
“Akan tetapi aku akan menyelidiki kebenaran beritamu.
Bawalah suratku untuk Ratu Bukqis. Kalau sudah diterima sembunyilah kau
dicelah-celah jendela dan dengarkanlah apa yang akan dilakukan Ratu Bulqis.” , jelas Nabi Sulaiman.
Duta
Burung Hud-Hud
Burung
Hud-Hud terbang lagi ke negeri Saba. Ia menyerahkan surat Nabi Sulaiman kepada
Ratu Bulqis lalu bersembunyi di balik celah jendela.
Ratu
Bulqis membaca surat itu. Isinya : “Surat ini datang dari, Sulaiman. Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Janganlah kamu berlaku sombong
terhadapaku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
Setelah
membaca surat itu, Ratu Bulqis memanggil abdi dan penasihatnya untuk bermusyawarah.
Ratu Bulqia tidak ingin terjadi peperangan yang hanya merusak keindahan istana
dan merugikan rakyat. Maka dalam musyawarah itu Ratu Bulqis akan megirimkan
hadiah kepada Sulaiman melalui utusannya.
Berangkatlah
utusan RatuBulqis ke Palestina dengan membawa berbagai hadiah yang mahal-mahal.
Ketika mereka sampai di istana Sulaiman mereka tercengang, kerajaan Saba tidak
ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kemegahan kerajaan Sulaiman.
Ketika
para utusan itu hendak menyerahkan hadiah, Nabi Sulaiman menolak, karena sudah
mempunyai harta benda yang jauh lebih baki daripada hadiah yang diberikan Ratu
Bulqis. Ia hanya minta kedatangan Ratu Bulqis agar Ratu itu memeluk agama Islam
dan meninggalkan penyembahan terhadap matahari. Jika menurut maka kerajaan Saba
akan selamat, jika membangkang maka Sulaiman akan mengerahkan bala tentaranya
yang tidak mungkin dilawan Ratu Bulqis.
Para
utusan itu segera kembali ke negeri Saba. Mereka melaporkan segala apa yang
dilihatnya tentang Sulaiman dan kerajaannya yang jauh kebih besar , megah, dan
kuat dari pada negeri Saba. Akhirnya diputuskan bahwa Ratu Bulqis akan datang
memenuhi perintah Nabi Sulaiman.
Takluknya
Ratu Saba
Dengan diiringi ribuan prajurit Ratu Bulqis penguasa
negeri Saba datang menemui Nabi Sulaiman di Pelstina.
Ia benar-benar tercengang, tak habis piker, betapa hebat
kerajaan Nabi Sulaiman. Negeri saba tak ada artinya disbanding kerajaan Nabi
Sulaiman. Ratu Bulqis merasa malu bila mengingat betapa dahulu ia telah
mengirim hadian kepada Nabi Sulaiman untuk melunakkan hatinya agar Sulaiman
tidak menyerang Negeri Saba.
Sebelum Ratu Bulqis datag, tahtanya sudah datang
mendahuluinya. Nabi Sulaiman bertanya.
“Serupa inikah tahta kerajaanmu?”, tanya Nabi Sulaiman.
“Ya, seperti kepunyaanku.” Kata Ratu Bulqis seraya
memeriksa singgasana tahta kerajaannya. Akhrnya ia yakin bahwa tahta itu memang
miliknya sendiri walaupun sudah dirubah sedikit warnanya.
Kini
bertambah yakinlah ia bahwa Sulaiman itu seorang Nabi, seorang Rasu utusan
Allah yang dikaruniai kekuasaan luar biasa besarnya sehingga mampu memindahkan
tahta kerajaannya dalam tempo singkat.
Memang tahta itu milik Ratu Bulqis. Nabi Sulaiman telah
dibantu anak buahnya bernama Ashif bin Barkiya yaitu seorang yang memiliki ilmu
dan hikmah. Kemampuannya memindahkan tahta kerajaan Ratu Bulqis lebih cepat
ketimbang kemampuan Jin Ifrit yang menjanjikan that itu pindah sebelum Nabi
Sulaiman berdiri dari tempat duduknya.
Ashif bin Barkiya mampu memindahkan tahta itu hanya dalam
waktu satu kedipan mata. Berkata Ratu Bulqis : “Sesungguhnya saya telah
mengetahui kekuasaan Allah dan kebenaran kenabianmu sebelum ini. Yaitu tatkala
datang burung Hud-Hud membawa surat darimu. Sejak itu kami beriman. Yang
menghalang-halangi kami untuk menyatakan keimanan kami adalah karena kami hidup
di tengah-tengah kaum yang sudah membuat kami menyembunyikan keimanann kami
hingga saat ini datang menghadap kepadamu.
Nabi
Sulaiman tersenyum lalu mempersilahkan Ratu Bulqis memasuki istananya. Lantai
istana itu terbuat dari kaca tipis yang dibawahnya dialiri air. Ratu Bulqis
mengira diajak masuk ke aliran sungai maka ia menyingkapkan kainnya sehingga
tampaklah betis kakinya.
“Ya,
Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat dzalim terhadap diriku dan aku berserah
diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.”
Demikianlah
akhirnya Ratu Bulqis menikah dengan nabi Sulaiman dan hidup berbahagia hingga
akhir hayatnya.
Wafatnya
Nab Sulaiman
Hampir
tidak seorangpun yang mengetahuinya kematian Nabi Sulaiman. Baik dari golongan
jin maupun dari golongan manusia. Kematian Nabi Sulaiman baru diketahui setelah
tongkat yang digunakannya bersandar rapuh dimakan rayap dan beliau jatuh
tersungkur ke lantai.
Do’a
Nabi Sulaiman dikabulkan Allah yaitu tidak ada seorangpun yang memiliki
kerajaan besar kaya raya seperti kerajaan Nabi Sulaiman.
Walaupun
kaya raya dan berkuasa Nabi Sulaiman tetap tunduk kepada perintah Allah.