Tayangan halaman minggu lalu
Posted by : Unknown
Jumat, 29 April 2016
ARTI
KEHIDUPAN
Didalam skrip
drama ini pemain berjumlah 6 orang.
Drama ini menceritakan sekelompok pemuda dari
keluarga kaya yang tidak mementingkan
perasaan orang lain dan selalu menganggap
materi adalah yang terpenting.
Berikut adalah alur skenario dari drama tersebut:
1. Tema : Arti Kehidupan
2. Ritme :
a) Eksposisi
Brandon
Tommy
Elsa
Anna
Ivan
Helen
b) Permasalahan
Brandon, Tommy, Anna dan Ivan menyingkirkan Elsa begitu saja semenjak gadis itu menjadi miskin.
c) Komplikasi
Elsa berencana untuk bunuh diri karena orang tuanya bangkrut dan teman-temannya meninggalkan dirinya.
d) Catatan 1
Ivan dan Anna menyakiti hati Elsa dengan perkataan mereka.
e) Catatan 2
Helen, kakak Elsa, berbesar hati memaafkan mereka dan itu membuat mereka menyadari kesalahannya.
f) Kesimpulan
Brandon, Tommy, Anna dan Ivan sadar tentang arti kehidupan karena Helen dan kematian Elsa.
3. Karakter:
• Brandon (Antagonis)
• Ivan (Antagonis)
• Helen (Prontagonis)
• Tommy (Tritagonis)
• Elsa (Tritagonis)
• Anna (Tritagonis)
4. Latar
a) Tempat : Cafe dan Rumah Sakit
b) Waktu : Siang Hari
SKENARIO
Sabtu adalah hari dimana sekelompok anak
muda yang terdiri dari Brandon, Ivan, Tommy, Elsa dan Anna
menghabiskan waktu. Sejak siang mereka
sudah berkumpul di sebuah cafe elit yang berada
di bilangan pusat kota Surabaya. Seperti biasa, hari ini adalah giliran Brandon yang mentraktir
mereka semua.
Brandon : “Pesen yang banyak deh! Nanti aku yang bayar. Pokoknya kalian harus makan sampe kenyang.”
Tommy : “Baru gajian ya? Kok royal banget sih?”
Brandon : “Bawel ah! Mau ditraktir nggak nih?”
Anna : “Ya jelas mau lah! Hari ini kan giliran kamu yang keluar duit.”
Tidak lama kemudian Elsa datang menghampiri meja dimana mereka duduk. Ia baru pamit dari toilet
untuk menerima telepon.
Anna : “Elsa kenapa? Kok sedih? Pamali loh sabtu-sabtu murung gitu!”
Ivan : “Iya kenapa sih, Sa? Dompetmu hilang?”
(Brandon
dan Tommy tertawa menimpali lelucon Ivan
tesebut.)
Elsa : “Mamaku barusan telepon. Dia bilang papaku bangkrut. Semua rumah, mobil dan tabungan
di bank ludes. (Terisak pelan) kami harus
pindah ke tempat tinggal yang lebih kumuh. Parahnya lagi semua kebangkrutan ini karena papa terlibat kasus korupsi dan sekarang dia menjadi buronan polisi.” (Menangis)”
Brandon : “HAH? Yang
bener?!”
Ivan : “Berarti kamu
anak buronan?!”
Anna : “Kamu jatuh miskin
sekarang, Sa?”
(Brandon,
Ivan, Anna dan Tommy memasang
raut muka tegang dan memandang
hina kepada Elsa yang sedang
menangis.)
Elsa : “Aku sudah nggak
punya apa- apa sekarang, tapi kalian masih mau kan temenan
sama aku? Kita kan bersahabat
sejak lima tahun lalu.”
(Anna
menjauhkan kursinya yang tadinya berada di dekat
kursi Elsa. Ia merapat kearah Brandon yang berada
disebelahnya.)
Anna : “Ya, kamu tahu sendiri lah, Sa kita ini sekumpulan pemuda-pemuda kaya. Jadi, mana mungkin
kamu bisa menuruti gaya hidup kita?”
Tommy : “Mending kamu pulang dan tengok keadaan orang tuamu, Sa.”
(Ivan
dan Brandon hanya memandang dingin kearah
Elsa. Elsa pun menatap mereka
dengan tatapan yang sangat sedih.)
Elsa : “Kupikir persahabatan kita selama lima tahun ini berarti. Tetapi ketika aku jatuh miskin, kalian menempakku begitu saja!”
Brandon : “Sudahlah, Sa. Pulanglah. Betul tadi apa kata Tommy. Sudah bagus makananmu kubayari!”
(Elsa
bangkit berdiri dari kursinya kemudian menatap
sedih keempat temannya. Kemudian ia meninggalkan mereka dan keluar dari cafe.)
Ivan : “Gila si Elsa, masa kita disuruh anggep dia teman sih. Sementara dia udah melarat. Aku jadi
nggak nafsu makan.”
Brandon : “Sama nih, ya udah minta bill aja deh!”
Tiba-tiba Anna yang sudah hampir sampai ke mobilnya, berlari menghampiri
Brandon dan Ivan.
Anna : “Guys! Barusan aku dapat kabar kalo ada seorang gadis yang ciri-cirinya
mirip Elsa hendak lompat dari fly over!”
Ivan : “Serius?!”
Anna : “Masa kayak gini bohong? Coba cek handphone kalian!”
(Brandon
dan Ivan mengecek handphone masing- masing
dan menerima kabar yang sama dari pesan broadcast.)
Brandon : “Yuk, kita langsung ke fly over itu! Kamu bareng kita aja, Anna! Hubungi Tommy, suruh
dia langsung kesana.”
Anna, Ivan dan Brandon masuk kedalam mobil. Brandon mengemudikan mobil kearah fly over tempat dimana Elsa hendak bunuh diri. Tiba-tiba di separuh
perjalanan, handphone Ivan berbunyi dan
raut muka Ivan berubah menjadi
sangat tegang.
Ivan : “Guys.... Kita terlambat. Elsa melompat dari fly over tersebut dan ia tewas.
(Brandon
langsung menghentikan mobilnya. Anna menangis
tersedu-sedu di jok belakang mobil.)
Ivan : “Kita langsung ke Rumah Sakit Permata Biru aja, jenazah Elsa dibawa kesana.”
Brandon menarik nafas panjang kemudian mengemudikan mobilnya kearah rumah sakit itu. Sesampainya disana, mereka bertiga berlari dan didepan ruang jenazah sudah ada ibu dan Helen, kakak Elsa yang duduk membisu. Anna
berlari memeluk Helen.
Anna : “Kak, maafkan kami. Ini semua salah kami. Kalau kami kasih support ke Elsa, pasti jadinya tidak akan begini. Tetapi kami malah meninggalkan Elsa begitu saja saat ia membutuhkan kami.”
(Helen
membalas pelukan Anna dan mengusap punggung
Anna dengan lembut. Helen tidak dapat menahan air matanya.)
Helen : “Sudahlah, kami sudah memaafkan kalian. Ini semua sudah digariskan
oleh Yang Maha Kuasa. Aku Cuma memohon agar
kalian terus mendoakan Elsa agar ia tenang
disana.”
(Brandon
dan Ivan terkesiap menatap Helen yang tidak
marah kepada mereka dan malah memaafkannya.)
Ivan : “Kami mohon maaf sebesar-besarnya, Kak. Kami pasti terus mendoakan
Elsa.”
Helen : “Tidak perlu minta maaf terus menerus, Van. Elsa hanya tidak kuat menerima kenyataan bahwa
kami semua jatuh miskin. Aku sangat mengerti
karena sejak kecil ia hidup dengan bergelimang
harta.”
Brandon, Ivan
dan Anna takjub akan kebesaran hati
Helen dan semenjak itu mereka bertekad untuk lebih menghargai orang lain dan tidak menggunakan uang sebagai tolak ukur.