Tayangan halaman minggu lalu

Posted by : Unknown Senin, 16 Maret 2015

Tertekan!
Ketika harus memilih diantara dua pilihan. Disatu sisi saya harus melakukan ini, tapi disisi lain saya juga harus melakukan itu.

Hari ini, aku menceritakan semuanya padamu. Mencoba menjelaskan apa yang membuatku tidak tidur semalaman sampai memimpikannya. Teramat sangat membingungkan bukan??

Aku merasa tidak enak dengan sahabatku itu. Dia sudah memberiku banyak barang yang kau suka, dia sudah mengajakku jalan-jalan dan mentraktirku, dia juga sering main kerumahku. Tapi, semua berubah ketika aku sudah dengan seseorang. Dia yang kuberitahu tentang itu, dia langsung merasa sakit didalam. Bagaimana tidak?? Aku sudah mempunyai feeling kalau dia juga menyukaiku.

Kedekatan kita yang membuat dia merasa nyaman denganku. Terkadang aku pun juga merasa seperti itu. Tapi perasaanku terhadap dia hanyalah sebatas pertemanan saja. Toh dia sudah aku anggap sebagai sahabat terabaikku. Saat awal aku bersamamu, aku sudah terlanjur bicara bahwa dia sahabat terbaikku, dan dia juga menyatakan hal-hal yang membuatku merasa tidak enak, dia juga sudah memberikan banyak kepadaku. Aku merasa sangat bersalah jika dia mengatakan bahwa dia sakit hati. Jika boleh jujur, aku terkadang merasa nyaman dengan dia dengan pesan singkat yang membuatku menghilangkan kebosananku dan pertengkaran kita yang terkadang tidak nggenah itu dan ketidaknyambunganku dengan dia.

Setelah kamu menulis status yang ternyata untuk dia, aku merasa sangat bersalah untuk hal itu. Ternyata kamu tidak suka perhatiannya kepadaku. Sebenarnya aku juga merasa tidak enak denganmu. Kamu memperbolehkanku mengirim pesan singkat dengannya asal tidak mengganggu hubungan kita. Tapi pada akhirnyaa.. Selalu saja aku yang salah. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Apakah aku harus berhenti mengirim pesan singkat dengannya?? Tapi, bagaimana mungkin aku munafik terhadap diriku sendiri. Aku juga merasa sangat ewoh dengan dia. Lalu aku harus bagaimana?? Haaahhhhh????

Beberapa hari atau minggu yang lalu aku menanyakannya kenapa dia suka kepadaku. Ternyata (katanya) aku itu orangnya unik, buat dia nyaman, katanya juga dia udah membuat kenangan yang indah denganku. Aku tidak separah itu. Aku hanya menganggap dia sebagai sahabat saja, tidak lebih. Dan perasaanku hanya sebatas pertemanan saja, tidak lebih.

Sedangkan dengan pertanyaan yang sama aku menanyakanmu. Tidak alasan untuk itu. Cukup kamu menyukaiku, sudah itu saja. Setelah aku mengetahui tentang Cinta Ambisi dan Cinta Tulus, aku sudah bisa menerjemahkannya. Dia denganku hanya cinta ambisi, sedangkan kamu cinta tulus.
Tapiiiiii.............................................

Ada suatu perasaan aneh yang menghantuiku ketika aku denganmu. Entahlah. Aku belum bisa menerjemahkan untuk hal itu. Ada perasaan bimbang, ragu, aneh yang mengganjal didalam. Terlebih keminderanku dengan teman-teman yang lain.

Aku hanya bisa memendam. Tidak ada yang bisa kupercaya. Tidak ada yang mau mengerti, memahami, dan peduli dengan keadaan dan perasaanku saat ini. Mereka hanya bisa mendengarkan dan melihat saja. Apalagi keluargaku yang seperti itu. Apalagi sahabat-sahabatku yang seperti itu.

Disini aku tertekan, terlalu memikirkan, Meski mereka sudah membaca semua tulisan dibloggku ini, tapi mereka tetap saja tidak mau mengerti.


Saya lelah!!
Saya ingin sendiri saja kalau begini.
Terimakasih untuk semuanya dan maaf.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Ini Blog - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -