Tayangan halaman minggu lalu
Senja Menangis
Selasa, 17 Februari 2015
Senja ini aku masih berada ditempat yang sama. Dilobi dengan laptop didepanku dan berbagai pikiran yang perlahan mulai membuatku lelag untuk berpikir.
Ketika langit senja menangis, aku termangu dalam sesuatu yang tak kumengerti. Ketika berbagai masalah mulai datang bertubi-tubi. Aku berusaha untuk tetap tegar, apapun yang terjadi. Akhir-akhir ini aku sering merasa ada sesuatu yang aneh dalam pikiran dan hatiku. Ketika mataku sudah tidak sanggup lagi untuk meneteskan butir demi butir kesedihan. Sungguh!! Teramat sangat menjengkelkan kurasakan. Aku sangat ingin mewujudkannya dalam tetesan kesakitan, meski hanya setetes pun. Sekadar untuk melegakan
Aku menangis bersama langit senja ini. Terus bergumam dalam hati. Rasanya aku ingin berteriak sekencang dan selantang mungkin tapi tidak ada yang mendengar teriakanku. Rasanya aku ingin menangis sesakit mungkin. Rasanya aku sudah lelah dengan semua ini.
Hari ini, ketika sahabatku marah denganku, karena aku yang memberitahu tentang masalah dulu yang dia lakukan itu kepada temannya. Aku sangat menyesal. Aku sungguh tidak bermaksud seperti itu, tapi temannya itu sungguh sangat menyebalkan.
Untuk saat ini aku ingin sendiri bersama sang hujan.